Menikmati Ayam Geprek yang Menyengat di Lidah Tapi Ramah di Kantong

oleh
Salah satu menu andalan Ayam Geprek Kampus dengan topping keju yang lumer. (foto: instagram ayamgeprekkampus)

Satu lagi menu kuliner yang layak dicoba, ayam geprek (tumbuk). Menu ini adalah bentuk olahan ayam yang tidak berbeda jauh dengan ayam penyet yang lebih dulu populer.

Uniknya, yang ditumbuk adalah ayam krispi (tepung) yang dicampur dengan racikan dan sambal pedas. Tingkat kepedasan sambal ini menjadi salah satu ciri yang disukai oleh para konsumen. Konon, ayam geprek menyediakan sambal dengan menggunakan 100 buah cabai rawit.

Di Bandung, ayam geprek cukup populer di berbagai kalangan. Penjual ayam geprek, dengan beragam nama, akan mudah anda temui. Salah satunya adalah Ayam Geprek Kampus di Jalan Banteng.

“Sebagai usaha waralaba (franchise), Ayam Geprek Kampus, kami memang telah memiliki standar. Mulai dari standar bahan baku, pengolahan hingga penyajian,” ujar Reza, pengelola Ayam Geprek Kampus di Jalan Banteng.

Menikmati ayam geprek dengan suasana santai di Jalan Banteng, Bandung.

Sekalipun demikian, menurut Reza, hal yang selalu dijaga selain kualitas rasa juga adalah masalah pelayanan bagi para konsumernya. Itulah yang bisa menjadi pembeda waralaba yang dikelolanya.

“Dalam upaya menjaga kualitas rasa, kami menjaga agar bahan-bahan yang diolah selalu fresh. Begitupula ayam yang disajikan selalu fresh,” tutur Reza.

“Ayam mungkin bisa bertahan 3 jam, tetapi mungkin penampilannya sudah berbeda. Seperti tampilan tepungnya”, jelas Reza. Karena itu, di Ayam Geprek Kampus semuanya dilakukan secara “dadakan”. Memang pembeli harus menunggu, tetapi tidak lama, hanya 5-10 menit.

Hal lainnya yang juga dijaga Reza, selain rasa dan layanan, juga suasana. “Kami ingin, konsumen itu bisa makan enak, harga terjangkau dan dalam suasana nyaman. Mereka bisa ngobrol disini”, papar Reza.

Harga Ayam Geprek Kampus memang terjangkau, sehingga bisa dinikmati semua kalangan. Mulai dari Rp 14 ribu paket standar hingga Rp 40 ribu dengan mozarella. Minuman yang disediakan pun harganya terjangkau, ice tea Rp 3 ribu, hingga ice lemon tea Rp 6 ribu.

Tak heran, pelanggan Ayam Geprek Kampus di Jalan Banteng ini terdiri dari berbagai kalangan. Para mahasiswa, karyawan dan pengusaha disekitar menjadi pelanggannya.

Hal yang unik ditawarkan di gerai ini adalah kostumernya bisa meminta sendiri level kepedasan sambal diluar menu yang ada. Saat ini, ada 10 level yang disediakan untuk tingkat kepedasan. “Namun, jika kostumer merasa level 10 belum terasa”panas”, mereka bisa request”, ujar Reza.

Nah, bagaimana anda berani menjajal nikmatnya ayam geprek sampai level kepedasan berapa? Silakan datang ke waralaba ayam geprek di kota Bandung, salah satunya di jalan Banteng.

 

About Author: deris yanto

Gambar Gravatar
deris yanto | deris_markbiss@outlook.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *