Kebanggaan Seorang Sales Consultant KIA Siloam

oleh
Julkhairil, Sales Consultant KIA Siloam, Bandung.

“Ada rasa bangga tersendiri ketika saya berhasil menjual unit mobil KIA,” papar Julkhairil, Sales Consultant di KIA Siloam. Ia pun menjelaskan sejumlah alasannya.

Tantangan pertamanya adalah bagaimana mengenalkan brand KIA kepada customer. Tidak sedikit diantara mereka yang belum mengenal KIA sebagai produsen otomotif global yang diakui kualitasnya di dunia. Bahkan, masih ada yang memandang sebelah mata KIA sebagai mobil kelas dua, dibawah produsen asal Jepang.

“Strateginya, ya kita membawa calon customer langsung untuk melihat atau mengajak test drive produk KIA yang diminatinya. Mereka bisa merasakan langsung”, tutur Julkhairil yang sebelumnya membantu KIA Siloam Tasikmalaya.

Ajat pun meyakini akan keunggulan design dan produk mobil KIA. Beragam penghargaan otomotif global yang diraih KIA membuktikan keindahan design sekaligus kualitas produknya. Masalahnya, diakui Julkhairil, upaya promosi mengenalkan brand (brand awareness) kepada masyarakat Indonesia memang minim. Berbeda dengan program KIA global. Bahkan dibandingkan dengan iklan dan promosi brand kompetitor yang cukup gencar.

Sejauh ini, penjualan KIA memang mengandalkan langsung pada pameran maupun promosi melalui showroom event yang diselenggarakan masing-masing showroom. Pengenalan produk KIA pun biasanya berasal dari para pemakai, dari mulut ke mulut (word of mouth).

Disinilah peran consultant sales harus mampu menjelaskan. Ia harus benar-benar memahami benar mobil KIA yang direkomendasikan kepada customernya. Termasuk meyakinkan customer atas kualitas produk yang akan dibelinya, sekaligus menepis keraguan yang biasa disalahfahami oleh para calon customer.

“Ya kita tidak menampik. Para calon customer tidak sedikit yang ragu karena beberapa pandangan yang tidak tepat. Seperti masalah spare part yang susah, harga purna jual yang merosot, atau jaringan service yang langka,” lanjut Julkhairil.

Consultan sales yang ramah ini melanjutkan, “KIA tidak ada masalah dengan ketersediaan spare part, jaringan service maupun harga purna jual. Kalau mengalami penurunan harga jual kembali, itu hal yang lumrah pada hampir seluruh merek mobil. Perbedaannya pun tidak signifikan”.

Kesalahfahaman lain yang kadang terjadi adalah menganggap KIA sebagai mobil murah. Sebagian calon customer mungkin berharap harga mobil Korea ini bisa setengah harga mobil Jepang. Padahal, “murah” disini memang relatif, artinya jika dibandingkan dengan design, kualitas dan feature yang ditawarkan, maka mobil Korea nampak lebih “murah” (value for money).

Brand KIA, awareness maupun perception-nya, nampaknya masih menjadi faktor penting untuk mendongkrak penjualannya. Secara design dan kualitas, mobil Korea ini telah diakui secara global. Nampaknya itulah yang menjadi tantangan para consultant Sales KIA.

Maka ketika mereka berhasil menjual unit mobilnya, ada rasa bangga karena berhasil meyakinkan para customernya. “Pernah di pagi buta saya ditelpon oleh customer yang baru beli satu unit mobil KIA. Ternyata, ia komplain: “kenapa ga dari dulu ngasih tahu ada mobil sebagus ini!” cerita Julkhairil menutup perbincangan.

About Author: deris yanto

Gambar Gravatar
deris yanto | deris_markbiss@outlook.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *